Assassins Creed Revelations

Pada seri kali ini menceritakan kelanjutan dari sebelumnya, setelah tak sadarkan diri Desmond secara otomatis terhubung langsung dengan memori leluhurnya tanpa menggunakan alat Animus dan melanjutkan petualangan Ezio yang sudah mulai menua. Kini Ezio pergi ke Masyaf (Benteng Assassins) untuk mencari informasi tentang Altair dan artefak Piece of Eden namun setelah sampai disana Ezio di kepung oleh pasukan Templar.

Ezio kemudian tertangkap dan akan di hukum mati dengan cara di gantung namun Ezio dapat menyelamatkan diri dari hukuman tersebut, kemudian Ezio masuk ke Masyaf untuk menemukan informasi yang ia cari dan menemukan pintu raksasa yang hanya bisa di buka meggunakan kunci berupa artefak yang berbentuk piringan.

 

Ezio mendapatkan informasi bahwa kunci tersebut tersebar di kota yang bernama constantinople, akhirnya Ezio berangkat ke constantinople untuk mencari kota tersebut. Disana ia bertemu dengan Assassins lain di kota tersebut yang bernama Yusuf kemudian yusuf memberikan segala informasi yang ia ketahui.

Ezio sudah terkenal di berbagai daerah karena dia di sebut sebagai Mentor. Setelah menetap di constantinople Ezio segera membentuk pasukan Assassins, ia juga di bantu oleh pustakawan yang bernama sophia. Untuk mendapatkan kunci itu sangat sulit karena kunci tersebut juga di inginkan oleh Templar yang memaksa Ezio untuk bertempur lagi dengan bangsa Templar. Satu per satu kunci itu di dapatkan dengan segala cara dan akhirnya terkumpul, sesuai dengan rencana awal Ezio di temani oleh Sophia pergi ke Masyaf untuk membuka pintu besar disana. Ternyata di dalamnya berisi ruangan kosong dan ada kerangka tubuh yang sedang duduk yang tak lain itu kerangka Altair lbn ahad.

Di dalam ruagan itu terdapat ruangan rahasia yang hanya bisa di lihat oleh bangsa Assassin, Ezio pun membuka ruangan tersebut untuk menyembunyikan artefak Piece of Eden dan berpesan kepada generasinya (Desmond) untuk menjaga artefak tersebut agar tidak di salah gunakan oleh orang tertentu, Desmond dan teman – temanya (kecuali Lucy) akhirnya sadar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s